BALAIJAYA (RIAUSKY.COM)- Badan jalan lintas Riau-Sumut di KM 39 Kepenghuluan Pasir Putih Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dilaporkan retak dan amblas, Ahad (1/11/2020) dinihari lalu.
Akibatnya, saat ini, ruas jalan tersebut hanya bisa dilalui pada satu ruas jalan saja, sementara ruas lainnya, sejauh ini, masih dalam proses perbaikan oleh pihak terkait.
Kami lansir dari inforohil.com, amblasnya ruas jalan ini menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Namun, sejauh ini, pasca perbaikan, kondisi ruas jalan itu masih bisa dilalui, walau dengan pola buka tutup.
Arus lalulintas juga dialihkan dengan melewati halaman sebuah rumah makan dengan sistem buka tutup yang diarahkan oleh Pemuda Setempat.
Sejumlah aparat kepolisian juga tampak mengawasi kondisi di sekitar lokasi jalan amblas tersebut, guna memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar, walau hanya menggunakan satu ruas jalan saja.
Kapolsek Bagan Sinembah, AKP Indra Lukman Prabowo SH SIK sebagaimana dilaporkan Kanit Lantas Polsek Bagan Sinembah, Iptu Syaf Yandra SH sebagaimana dilaporkan Mandiri pos juga mengatakan, Pihaknya turun ke lokasi merupakan melakukan giat patroli Hunting System dengan mengatur lalulintas di wilayah perbaikan jalan longsor.
“Selama pelaksanaan tugas, situasi lalin sudah berjalan lancar dan aman, meski hanya satu ruas jalan yang bisa di lalui,” ujarnya.
Kanit mengharapkan, dengan turunnya personel kepolisian di lokasi, agar tercipta keamanan dan ketertiban aktivitas lalu lintas di seputaran lokasi,'' ungkap dia .
Sementara itu, dari pantauan, proses penimbunan ruas jalan yang amblas sudah selesai dilakukan. Namun, untuk perbaikan masih dilaksanakan.
Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Riau I Kementerian PUPR, Erison yang berada di lokasi menyatakan dugaan longsornya badan dan bahu jalan itu selain faktor alam, diduga akibat gorong-gorong yang tidak kuat menahan beban kendaraan melintas.
Dimana gorong-gorong yang tampak menganga, sementara truk yang melintas dengan beban muatan puluhan ton.
Dan ketika disinggung berapa lama perbaikan akan dilakukan, Erison memperkirakan, karena faktor alam dan ini merupakan jalan utama, sehingga perbaikan harus dilakukan sebelah sebelah, diperkirakan waktunya paling lama 1 bulan.
"Paling lama sebulanan gitu, paling lama ya, inikan lagi musim hujan," terangnya.
Erison juga menjelaskan bahwa sebelum terjadinya longsor yang cukup parah, pihak rekanan sedang mengerjakan perbaikan bahu jalan dengan memasang Brojong.
Hal itu juga dikarenakan badan jalan sudah tampak terlihat retak-retak, sehingga perlu dilakukan perbaikan bahu jalan.
Dan ketika disinggung Turap yang lama apakah diganti atau tidak, ia menyebutkan tergantung pondasinya apakah harus diganti atau bisa diperbaiki. Apalagi dinding turap itu juga tampak masih kokoh.
"Kita lihat nanti, kalau masih bisa dipakai, ya kita pakai, kalau tidak mungkin nanti diganti," tandasnya.
Sementara itu, Camat Balai Jaya Samsuhir S.Pd yang dikonfirmasi melalui sambungan selulernya berharap perbaikan badan jalan itu segera rampung dikerjakan.
"Harapan kita secepatnya selesai mengingat itu merupakan jalan utama, jalan nasional," ujarnya berharap.
Dia juga membenarkan bahwa bahu jalan itu juga sedang dikerjakan karena awalnya Aspal sudah terlihat retak-retak.
"Jadi sebelum kejadian (longsor), sudah terlihat retak-retak, dan tidak lama kemudian dilakukan perbaikan di bahu jalan," kata dia.(R03)
Sumber Berita: Inforohil.com/mandiripos.com